Tampilkan postingan dengan label Info Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Menarik. Tampilkan semua postingan

Perhatikan Hal Berikut Untuk Memilih Kamera Pertama Anda


Fotografi saat ini merupakan hobi yang semakin meluas dan banyak digandrungi terutama oleh anak muda. Selain menarik dan bisa menghasilkan karya seni yang indah, fotografi adalah hobi yang bisa menghasilkan alias Anda bisa menjadikan fotografi sebagai sumber pendapatan. Langkah pertama untuk Anda yang tertarik menjadi fotografer tentu adalah memiliki kamera yang pas. Tidak dapat dipungkiri memang bahwa semakin canggih kamera maka semakin mahal harganya. Namun kamera yang cocok untuk Anda bukan berarti harus kamera yang paling mahal. Yang paling penting untuk fotografer pemula adalah melatih mata untuk bisa melihat objek yang bisa jadi foto cantik. Lalu apa yang mesti diperhatikan dalam memilih sebuah kamera untuk pemula? Ini dia jawabannya.

Sesuai kebutuhan

Membeli kamera pertama yang cocok untuk Anda tentu disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk dokumentasi kebutuhan keluarga, untuk hobi ulik fotografi, atau untuk keperluan tugas mahasiswa yang mengambil mata kuliah fotografi. Dalam artikel ini diasumsikan Anda ingin membeli kamera untuk mendalami hobi fotografi. Maka starter kit yang disarankan adalah bodi kamera, lensa wide misalnya 18-55 mm, fast lense dengan bukaan terbesar minimal f/2, dan bisa ditambah dengan lensa tele dengan ukuran 70-300 mm. Starter kit ini sudah cukup untuk latihan mengambil foto dalam cahaya yang kurang dan dalam melatih teknik Depth of Field yang sempit.  Untuk pemilihan lensa sebaiknya tidak perlu banyak-banyak dulu karena selain mahal, lebih baik Anda kuasai teknik-teknik menggunakan lensa yang ada.

Perhatikan sensor

Jenis sensor yang ada pada kamera terutama kamera DSLR secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu full frame, APS-C, dan four thirds. Dari ketiga jenis sensor tersebut yang paling banyak digunakan adalah jenis sensor four thirds. Ini karena ia memiliki bobot yang lebih ringan, bodinya lebih kecil, memiliki ukuran sensor yang kecil tetapi tidak mengurangi kualitas gambar. Sementara untuk sensor full frame, bodinya lebih berat namun tidak ada gambar yang terpotong atau apa yang terlihat dalam viewfinder maka itulah hasil fotonya. Sedangkan untuk sensor APS-C bodinya memang lebih ringan dibanidngkan full frame tetapi gambar yang dihasilkan kurang baik.

Image stabilization

Karena belum terbiasa menggunakan kamera, mungkin tangan Anda belum stabil untuk menggenggam kamera. Tangan yang agak bergetar saat mengambil gambar tidak akan berpengaruh banyak apabila mengambil gambar di siang hari. Tetapi blur akan terlihat jelas apabila Anda menggunakan tangan yang belum stabil untuk mengambil gambar di malam hari. Maka dari itu selain bisa mempertimbangkan untuk beli tripod, pilihlah kamera dengan fitur image stabilization atau anti getar. Fitur ini akan membuat gambar tetap stabil meski diambil dalam keadaan gelap atau mengambil gambar jarak jauh.

Hati-hati pilih merk

Maksudnya bukan memilih kamera denga merk terbaik karena masing-masing kamera punya kelebihan dan harganya sendiri-sendiri. Maksudnya adalah Anda harus setia dengan merk kamera yang Anda gunakan. Ini berhubungan dengan gear yang akan Anda tambah dan terus tambah suatu hari nanti dan tentunya harus satu merk dengan kamera Anda. Menggunakan  gear merk lain pada merk kamera yang berbeda bisa merusak keduanya dan membuat Anda rugi besar. Memilih merk apa yang ingin dipakai bisa dengan melihat teman-teman sesama fotografer di sekitar Anda. Dengan menyamakan merk, Anda nanti bisa saling bertukar gear atau teknik sehingga budget Anda untuk hobi bisa dihemat.

Cara Mengetahui Shutter Count pada Kamera SLR

cara mengetahui shutter count pada kamera slr

Apa Itu Shutter Count?
Shutter count merupakan jumlah total berapa kali shutter pada kamera sudah ditekan sehingga bisa menghasilkan satu foto. Untuk apa perlu mengetahui shutter count pada kamera? Perlu diketahui, sebenarnya ada banyak keuntungan yang bisa didapat dengan mengetahui shutter count kamera. Berikut beberapa diantaranya:

Dapat Memprediksi Sampai Kapan Kamera Bisa Bekerja Baik

Keuntungan pertama Anda bisa memperkirakan sampai kapan kamera bisa bekerja maksimal. Pasalnya shutter count ibarat hitungan berapa kilomoter pada kendaraan bermotor. Sistem kerja mekanis kamera tidak berbeda dengan barang lainnya juga mempunyai keterbatasan. Oleh karenanya bila shutter count didapati sudah terlalu besar, ada kemungkinkan mekanisme dan fungsi kerja kamera akan terganggu atau malah rusak. Ringkasnya kamera tidak bisa bekerja secara prima seperti sedia kala.
Sebagai info tambahan, saat Anda menekan shutter secara otomatis sejumlah fungsi mekanis akan bekerja di dalam kamera hingga didapati hasil berupa foto. Fungsi tersebut tersusun  atas sejumlah komponen yang bisa dibilang cukup ringkih dan juga mempunyai batasan penggunaan. Adapun standar kamera SLR yang baik mencapai shutter count 100 ribu. Hal ini berarti Anda bisa menghasilkan 100 ribu foto dari satu unit kamera SLR tanpa perlu bermasalah dengan kamera rusak. Namun, beberapa produk kamera papan atas mengklaim produknya mampu mencapai shutter count 200 ribu tanpa kerusakan kamera.

Bermanfaat Ketika Membeli Kamera Second

Mengetahui shutter count sekiranya juga bermanfaat saat Anda akan membeli kamera bekas. Membeli kamera bekas sebenarnya cukup berisiko. Tidak heran bila kamera bekas kerap dibandrol dengan harga amat murah. Akan tetapi, dengan mengetahui shutter count Anda bisa menekan risiko yang ada. Dengan demikian Anda bisa menawar kamera bekas dengan harga yang memang layak sebanding spek produk saat akan dibeli.
Setelah mengetahui keutungannya, lantas yang menjadi pertanyaan bagaimana cara mengetahui shutter count pada kamera SLR? Salah satu cara alternatif yang bisa Anda coba yaitu menggunakan EXIF Viewer Online. Cara alternatif ini termasuk yang cara gampang dan mudah. Anda hanya perlu mengakses webnya, mengunggah foto sampel dari kamera yang ingin diketahui shutter count-nya, lalu menunggu sederet data EXIF.
Dengan menggunakan EXIF Viewer Online program secara otomatis akan menghitung berapa shutter count pada kamera. Seperlu mengetahui shutter count, Anda bisa menarik scroll bar ke bawah lalu melihat data yang ditampilkan. Misalnya saja diberikan data shutter count kamera Anda adalah 24646 berarti kamera tersebut sudah ditekan sebanyak dua puluh empat ribu enam ratus empat puluh enam kali ketika menghasilkan foto yang dipilih.
Selain itu, Anda bisa juga mengunduh program EXIF Viewer. Beberapa program khusus sengaja dirancang untuk dapat melihat data EXIF, diantaranya yaitu:

1. EOS Info

Program yang satu ini dapat Anda gunakan untuk mengeahui shutter count kamera SLR secara akurat. Misalnya saja kamera SLR Canon (EOS). Namun, perlu diketahui program ini hanya bekerja di perangkat Windows saja.

2. iExifer

Bagi Anda yang menggunakan perangkat Mac bisa memilih program iExifer seperlu mengetahui shutter count kamera SLR. Anda bisa mengunduh program iExifer melalui Mac App Store. Program ini termasuk program berbayar. Adapun bagi Anda yang ingin mencoba program versi gratisnya bisa menjajal Simple Exif Viewer.

3. Opanda Exif Viewer

Tidak berbeda dengan EOS Info, Opanda Exif Viewer juga merupakan program khusus Exif Viewer yang berjalan apik pada Windows.