Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Tips dan Cara Fotografi Bagi Pemula


Sebagian besar orang mungkin akan kagum ketika ditunjukkan dengan foto-foto hasil fotografi yang berkualitas. Itulah salah satu kekuatan sekaligus kelebihan yang dimiliki oleh hasil fotografi yang baik. Tak heran jika fotografi sekarang ini menjadi hobi dan kegiatan yang populer dan asyik.
Tentu saja untuk menghasilkan jepretan foto-foto yang handal dibutuhkan kemampuan yang sebanding pula. Oleh karena itu, seorang fotografer harus memiliki teknik fotografi yang baik guna menghasilkan foto-foto yang bagus. Untuk menguasai kemampuan fotografi yang baik dibutuhkan latihan dan pengalaman yang terus diasah. Bagi Anda yang belum begitu mengenal dunia fotografi dan ingin menjadi fotografer profesional, latihan merupakan hal wajib yang harus dilakukan.
Berikut beberapa tips, teknik, dan cara fotografi bagi pemula yang layak Anda simak.

Pahami Cara Kerja Kamera Fotografi

Anda bisa belajar otodidak melalui buku panduan (manual book) atau dari internet bagaimana cara mengoperasionalkan kamera fotografi serta seluk beluknya. Anda pun bisa belajar dari rekan atau orang lain. Pelajari dasarnya dahulu. Setelah itu baru mempelajari detailnya.
Ingat dalam dunia fotografi ada beberapa macam jenis kamera seperti kamera digital (DSLR), kamera SLR, dan kamera saku (pocket camera). Untuk pemula gunakan kamera biasa saja terlebih dahulu.

Pahami Komponen Inti dalam Fotografi

Ada 3 (tiga) komponen dalam fotografi yang harus diketahui dan dipahami bagi fotografer pemula yaitu shutter speed (kecepatan rana),aperture (bukaan diagframa pada lensa kamera), dan ISO (ukuran sensitifitas kamera).Ketiga komponen pada kamera fotografi tersebut saling terkait sehingga harus dipahami dengan baik seorang fotografer pemula.

Pelajari Istilah-istilah Fotografi

Ingat dalam dunia fotografi terdapat berbagai istilah. Anda harus memahami istilah-istilah tersebut yang tujuannya membantu Anda memahami bagaimana dunia fotografi. Dan yang lebih penting lagi istilah-istilah tersebut sangat membantu Anda menjadi seorang fotografer profesional. Anda bisa mengakses berbagai sumber untuk memahami istilah-istilah fotografi mulai buku, majalah, internet maupun pendapat orang lain. Anda pun bisa bergabung dalam komunitas belajar fotografi agar memahami teknik dan cara fotografi bagi pemula.

Bawa Selalu Kamera Ketika Pergi

Ketika Anda bepergian selalu bawa kamera Anda. meski Anda belum begitu mahir dan masih amatir dalam urusan fotografi tak ada salahnya menyiapkan kamera di mana pun dan kapan pun Anda berada. Luangkan waktu Anda untuk belajar fotografi. Buat daftar objek yang ingin dipotret.
Begitu menemukan objek yang dirasa menarik Anda bisa mencoba melatih dan mengasah kemampuan fotografi Anda. Di sinilah ajang Anda menguji coba kemampuan fotografi sekaligus tempat berlatih.

Kembangkan Imajinasi dan Kreatifitas

Menjepret foto bisa dilakukan pada objek apa pun baik itu objek diam (statis) maupun objek bergerak (dinamis). Anda bia mencoba kemampuan fotografi Anda pada kedua objek tersebut. Banyak sekali objek yang bisa Anda eksplor dan jadikan objek fotografi.
Ketika Anda menjumpai objek yang sama cobalah untuk menjepretnya dari sudut pandang yang berbeda. satu objek bisa menghasilkan beragam sudut pandang. Kembangkan dan asah imajinasi dan kreatifitas fotografi Anda dengan berbagai eksperimen.

Jangan Takut untuk Mencoba

Biasanya seorang pemula senang memotret dalam suasana sendiri dan jarang ingin memotret ketika berada di kerumunan orang atau dalam suasana yang ramah. Nah, hal tersebut bisa menjadi penghambat Anda jika ingin menjadi fotografer profesional. Berani mencoba memotret dalam suasana sendiri maupun ketika berada di kerumunan orang.
Begitulan berbagai cara fotografi bagi pemula yang perlu Anda pahami dan pelajari. Selamat mencoba!

6 Cara Agar Foto Makanan Anda Sukses Bikin Orang Lapar


6 Cara Agar Foto Makanan Anda Sukses Bikin Orang Lapar - Foto makanan dan orang lapar menjadi fenomena fotografi yang cukup menarik untuk diikuti apalagi foto orang lapar dengan opini pro dan kontranya. Namun dibalik kontroversi orang-orang yang suka memotret makanan, nyatanya apabila dilakukan dengan teknik yang baik foto makanan yang dihasilkan bisa menarik dan menjadi karya seni. Fotografi makanan tidak hanya populer di sosial media tetapi juga untuk kepentingan bisnis misalnya untuk pemotretan review restoran atau untuk menarik perhatian konsumen bagi pemilik bisnis makanan. Oleh karena itu fotografi makanan juga sebenarnya merupakan hal yang serius. Foto makanan yang baik adalah foto yang bisa mengundang selera makan orang yang melihatnya hanya dengan indera visual saja, karena dari foto tidak bisa tercium aroma makanannya dan tidak bisa merasakan kelezatannya. Untuk menghasilkan foto makanan yang bisa memenuhi syarat ini, berikut adalah triknya.

Latar belakang yang bersih

Primadona dalam sebuah foto makanan tentu adalah makanan itu sendiri. Karenanya, singkirkan dari frame hal-hal yang bisa mengganggu dari pesona makanan sehingga background makanan tampak bersih dan focal point-nya langsung tertuju pada makanan. Menambahkan beberapa elemen untuk mempermanis frame boleh saja dilakukan seperti meletakkan sendok dan garpu serta serbet atau bunga kecil, namun jangan sampai mengganggu perhatian utama dari komposisi foto.

Gunakan cahaya alami

Tidak perlu menggunakan flash saat melakukan pemotretan makanan. Biarkan kilau minyak yang ada pada makanan bersinar dengan pantulan dari cahaya matahari atau penerangan yang ada pada ruangan. Anda bisa menerapkan teknik lighting untuk mengumpulkan cahaya matahari pada satu objek yang diinginkan sehingga gambar terlihat cukup jelas meski tanpa menggunakan lampu flash.

Cari sudut pandang yang menarik

Carilah sudut pandang yang menarik dan menonjolkan bagian makanan yang membuat lidah bergoyang. Salah satu teknik angling yang bisa Anda coba adalah dengan mencari angle sedemikan rupa sehingga cahaya matahari hanya menyinari sebagian per mukaan saja. Dengan teknik ini maka shading akan tercipta dengan alami dan memberikan gambar titik fokus yang memiliki sudut pandang menarik.

Perlihatkan pesona makanan yang tersembunyi

Ketika akan memotret satu sajian makanan, coba cari dulu apa yang menjadi highlight dari makanan tersebut. Misalnya untuk makanan pastry di mana di dalam kue terdapat filling yang akan meleleh apabila dibelah. Anda bisa membelah kue ini lalu memposisikan makanan dengan posisi filling yang terlihat oleh lensa. Contoh lain misalnya Anda ingin memotret makanan khas Jepang yaitu takoyaki dengan topping katsuobushi yang apabil makanan masih panas ia akan terlihat seperti menari-nari. Anda bsia mengambil angle dari samping yang memperlihatkan asap yang mengepul dari makanan dan membuat toppingnya berkibar.

Komposisi yang seimbang

Makanan akan terlihat lebih menarik apabila ia memiliki warna yang beragam. Oleh karena itulah kebanyakan restoran menyajikan makanan dalam piring putih agar kombinasi warna pada makanan bisa terlihat dengan jelas dan mengundang selera makan. Jika makanan yang Anda potret terlalu polos, Anda bisa mencari benda lain yang berwarna kontras untuk mendampingi makanan agar tidak terlihat kosong.

Setting macro

Fotografi makanan adalah teknik foto yang menggunakan teknik close-up atau jarak dekat. Jika Anda punya, gunakanlah lensa macro pada kamera DSLR untuk membuat tekstur makanan lebih menarik. Jika tidak ada lensa macro, kebanyakan kamera pada smartphone atau kamera DSLR sendiri sudah memiliki kemampuan untuk memotret macro.

Tips Untuk Foto Traveling Bagi Fotografer Pemula


Tips Atau Cara Foto Traveling Bagi Fotografer Pemula - Saat Anda traveling tentu yang tidak boleh dilupakan adalah dokumentasi. Ada kepuasan sendiri bisa mendapatkan gambar yang bagus dan membuat orang lain tertarik untuk mengunjungi tempat yang Anda ambil fotonya tersebut. Anda tentu juga menginginkan cara foto traveling yang diambil akan tampak bagus untuk dipajang di sosial media yang Anda miliki agar tidak kalah dengan traveler profesional lainnya. Bagi Anda yang masih awam dengan fotografi, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar foto traveling yang diambil bisa terlihat profesional. Masalah umum yang dirasakan oleh fotografer pemula adalah mereka tidak bisa memasukkan komposisi yang pas ke dalam frame dan menghasilkan kesan yang sama seperti yang dilihat dengan mata sendiri. Ini dia tips untuk mengambil foto traveling yang menarik.

Cari frame alami

Foto landscape dengan objek tertentu atau foto pemandangan luas mungkin terlihat agak membosankan untuk Anda. Anda bisa memberikan warna baru pada foto dengan menambahkan frame alami yang ada di sekitar Anda. Frame ini bisa berupa ranting atau dedaunan yang menjulur ke bawah, ata jendela di mana target foto Anda tertangkap dalam frame jendela tersebut. Dengan memasukkan frame alami ke dalam foto, maka Anda juga menciptakan focal point kepada objek foto sehingga perhatian orang yang melihat foto tersebut akan tertuju pada objek utama.

Manfaatkan fitur panorama

Masih banyak orang yang tidak tahu bahwa kamera yang mereka bawa memiliki fitur untuk mengambil gambar secara panorama, tidak hanya landscape atau portrait saja. Mengambil gambar dengan panorama mode akan memungkinkan Anda mengambil gambar lebih luas dan panjang dalam satu frame, efeknya hampir sama dengan lensa fisheye. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan gambar pemandangan yang tidak harus terpotong dan menambah dimensi pada foto tersebut.

Masukkan unsur lokal

Salah satu daya tarik dari setiap tempat wisata adalah kearifan lokalnya dengan segala budaya yang berbeda-beda di setiap daerah. Mengabadikan kekayaan lokal di setiap objek wisata yang Anda kunjungi bisa menambah nilai pada foto yang Anda hasilkan. Tidak selalu objek, Anda juga bisa mengambil foto masyarakat lokal yang sedang beraktivitas dan menunjukkan karakter daerahnya. Tentu Anda harus meminta ijin terlebih dahulu untuk mengambil foto orang tersebut.

Gunakan focal length standar

Ketika Anda liburan, tentu sudah banyak barang yang dibawa dan akan kesulitan apabila beban ditambah dengan gear kamera yang bisa berkilo-kilo beratnya. Belajarlah untuk puas dengan menggunakan gear kamera seminimal mungkin, termasuk tidak perlu membawa lensa dengan berbagai macam focal length. Bawalah lensa yang cukup lebar untuk mengambil gambar landscape sehingga komposisi yang masuk dalam  frame bisa melengkapi konsep foto. Bila butuh untuk memotret objek dari jarak dekat, dekatilah dengan berjalan apabila memungkinkan dan manfaatkan fitur zoom standar.

Kamera stand-by selalu

Dalam fotografi yang penting adalah momennya. Anda tentu tidak ingin kehilangan momen mengabadikan sebuah peristiwa atau objek karena setting kamera yang belum siap. Agar Anda selalu siap mengambil gambar, atur setting kamera dengan f/5.6 dan ISO 400 untuk menaikkan kecepatan shutter sehingga momen bisa langsung tertangkap oleh kamera.

Maksimalkan cahaya siang hari

Dengan pencahayaan yang cukup Anda tidak perlu untuk menggunakan flash dalam mengambil gambar. Maka dari itu maksimalkan waktu hunting foto Anda pada siang hari karena pada malam hari dibutuhkan pengaturan yang lebih rumit dibandingkan siang hari. Namun bukan berarti foto yang diambil malam hari tidak sama menarik dengan foto siang hari. Mengambil foto pada malam  hari membutuhkan kestabilan tangan agar gambar tidak blur dan pengaturan ISO yang pas.

Cara Mengambil Foto Bagus Saat Gelap


Cara Mengambil Foto Bagus Saat Gelap - Bagi Anda yang memiliki hobi fotografi tetapi memiliki kesibukan pada siang hari, tentu waktu yang Anda habiskan untuk hunting foto terbatas. Gambar yang dihasilkan tidak bagus dan kabur menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang malas untuk hunting foto saat malam hari. Padahal gambar yang diambil pada malam hari bisa memberikan kesan eksotis tersendiri. Pada dasarnya semua jenis kamera saku ataupun DSRL sudah memiliki kemampuan untuk mengambil gambar yang bagus saat pencahayaan sedang minim. Hanya tinggal memanfaatkan fitur yang ada pada kamera ditambah dengan teknik metering yang mumpuni. Yang tidak kalah penting adalah penggunaan penyangga kamera yang stabil karena jika kamera goyang sedikit maka gambar yang kabur akan terlihat jelas pada kondisi pencahayaan yang kurang.

Gunakan tripod

Dalam keadaan cahaya yang kurang shutter speed akan berjalan dengan lebih lambat sehingga apabila kamera goyang sedikit saja maka gambar yang dihasilkan bisa blur atau kabur. Untuk menghasilkan gambar yang tajam, letakkan kamera pada penyangga misalnya tripod. Sesuaikan ukuran tripod dengan berat kamera agar kaki-kakinya stabil. Jika tidak ada tripod, Anda bisa memanfaatkan permukaan datar untuk mengambil gambar misalnya batu atau tembok. Jangan lupa untuk mematikan flash otomatis agar panorama yang diinginkan bisa masuk dalam frame.

Naikkan ISO

Jika tidak ada tripod atau penyangga yang bisa Anda gunakan, terpaksanya mengambil gambar dengan menggunakan pegangan tangan saja. Teknik untuk mengambil gambar yang stabil tanpa goyang adalah dengan menahan napas dan tempelkan tangan yang memegang kamera ke badan agar ada tumpuan. Untuk memendekkan kecepatan shutter sehingga gambar blur bisa dikurangi, naikkan setting ISO-nya. Namun menaikkan setting ISO bisa beresiko pada hasil gambar yang terlalu banyak noise. Maka dari itu setiap mengambil gambar langsung lihat hasilnya dan cari gambar yang paling bagus.

Setting white balance

Kamera apa saja sudah secara default mengatur white balance ke auto untuk menangkap cahaya gambar dengan baik. Setting default ini sebenarnya sudah cukup baik untuk mengambil gambar dengan pencahayaan yang kurang. Namun apabila Anda bermain dengan preset satu ke preset lainnya mungkin akan lebih mendapatkan gambar yang lebih baik sesuai dengan sumber cahaya. Misalnya mengambil gambar kembang api, lampu neon pada penerangan terowongan, jendela-jendela pada toko, dan lain sebagainya. Satu setting white balance yang baik pada satu cahaya gambar belum tentu bagus diterapkan pada situasi cahaya lainnya.

Membuat foto lightrail

Anda pasti pernah melihat banyak foto malam hari yang mengambil foto jalanan kota yang dipenuhi dengan lampu dan kendaraan bermotor. Kendaraan-kendaraan bermotor yang lalu lalang menjadi kabur dan hanya terlihat berupa garis-garis cahaya yang bercampur dan menyambung sehingga menghasilkan foto neon yang futuristik dan tampak seperti rekayasa digital, bukan diambil dari objek nyata.  Teknik menghasilkan foto seperti ini sederhana saja, cukup dengan menurunkan kecepatan shutter tanpa menggunakan flash. Kemudian carilah sudut pandang yang rendah untuk mendapatkan jejak cahaya dari lampu.

Efek starbust

Ingin membuat foto terlihat lebih hidup dengan memanfaatkan penerangan lampu sekitar? Caranya adalah menggunakan Aperture yang kecil. Dengan Aperture yang kecil, maka gambar yang dihasilkan akan lebih berdimensi dan mempertajam gambar tidak hanya di foreground atau background saja, tetapi keduanya. Teknik ini juga akan membuat cahaya lampu lebih hidup dan memancarkan cahaya yang lebih sparklik dibandingkan foto biasa.

7 Teknik Pemotretan Ini Dapat Mengasah Keahlian Fotografer

teknik pemotretan ini dapat mengasah keahlian fotografer

7 Teknik Pemotretan
Agar bisa mendapatkan foto yang menarik sebenarnya perlu melibatkan pemikiran dan ide kreatif. Jadi memang tidak bisa sembarang jepret. Meski berbekal peralatan fotografi lengkap dan berkualitas, bila tidak diimbangi dengan keahlian dalam menangkap suatu obyek tertentu bisa jadi hasilnya akan terasa kurang memuaskan. Adapun berikut ini diberikan 7 teknik pemotretan yang dapat mengasah keahlian fotografer, diantaranya:

1. Potret Lebih Dekat ke POI

POI atau Point of Interest merupakan fokus utama dalam foto. Setiap kali Anda melihat obyek, maka usahakan untuk bisa bergerak mendekat. Tujuannya supaya frame atau foto terlihat padat dan gemuk. Saat memotret memang lebih baik tidak meninggalkan ruang kosong terlalu banyak karena malah membuat obyek terlihat samar. Bila memang sukar untuk mendekat, manfaatkan fitur zoom yang tersedia pada kamera.

2. Bidik Secara Cepat Untuk Mengabadikan Momen

Jangan biarkan diri Anda terhanyut melakukan pengaturan terlalu lama. Karena saat tengah sibuk mengotak-atik pengaturan bisa jadi Anda melewatkan momen berharga. Untuk itu, lakukan pemotretan sesegera mungkin dan tidak perlu khawatir mengambil banyak foto.

3. Cerdas Dalam Mengkomposisi Obyek Dalam Foto

Komposisi yang seimbang dapat membuat foto terlihat lebih menarik. Kebanyakan orang pun cenderung lebih merespon foto dengan komposisi yang seimbang untuk setiap elemennya. Oleh karena itu, dalam hal ini Anda mesti cerdas dalam mengkoposisikan obyek dalam foto. Sebisa mungkin buat foto bisa mengarahkan mata menuju obyek yang menjadi pusat misal dengan menggunakan pola atau garis.

4. Selektif Menampilkan Elemen Dalam Foto

Pilih elemen-elemen yang mungkin mengalihkan perhatian dari obyek utama. Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan yaitu melakukan komposisi lewat jendela bidik kamera. Bila diperlukan geser posisi bila dari jendela bidik kamera ternyata terlihat ada pengganggu seperti ranting pohon, kabel listrik, atau lainnya.

5. Fokus pada Obyek

Tidak ada salahnya bila Anda melakukan sejumlah trial menggunakan aperture yang berbeda. Hal ini bisa dicoba seperlu mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. Selain itu, Anda juga bisa memeriksa hasil guna mencari tahu bagaimana DoF alias Depth of Field dari hasil bidikan. DoF yang sempit atau kecil umumnya akan menghasilkan foto dengan fokus tepat pada obyek karena background bakal terlihat blur. Sebaliknya DoF yang besar akan menghasilkan foto dengan fokus ke semua area yang ketara di jendela bidik. Adapun DoF yang besar biasanya lebih cocok bila digunakan untuk memotret panorama.

6. Perhatikan Arah Sumber Cahaya

Untuk pemotretan outdoor, Anda perlu mempertimbangkan posisi matahari sebagai sumber cahaya. Bila Anda ingin membuat foto siluet, maka pilih posisi dengan posisi matahari berada di belakang. Sementara bila Anda menginginkan foto dengan cahaya fokus pada obyek, maka pilih posisi dimana matahari berada di sisi samping atau depan. Sumber cahaya matahari sebenarnya bisa digantikan menggunakan lampu yang dirasa lebih fleksibel untuk menentukan arah datangnya cahaya. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah mendapatkan hasil foto yang lebih apik.

7. Bermain dengan Shutter Speed

Salah satu kesenangan dalam dunia fotografi yaitu bisa memperlambat jeda waktu atau membidik obyek sepersekian detik. Anda bisa menggunakan teknik shutter speed yang cukup lambat dan tripod. Misalnya Anda ingin membidik aliran air terjun bisa menggunakan teknis shutter speed berkecepatan 1/500 ke atas. Teknik tersebut cukup pas untuk menangkap obyek yang bergerak.

Inilah Tips Fotografi Bagi Pemula yang Perlu Anda Tahu


Tips Fotografi Bagi Pemula Yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Tips Fotografi Bagi Pemula yang Perlu Anda Tahu !! - Untuk mendapatkan hasil yang bagus, seorang fotografer memang mesti mengetahui tips fotografi yang benar. Tidak terkecuali bagi pemula. Adapun beberapa tips fotografi yang diberikan kali ini bisa diaplikasikan pada banyak jenis kamera seperti kamera ponsel atau kamera saku. Jadi tidak harus kamera DSLR. Kira-kira apa saja tips fotografi yang dimaksud? Berikut diantaranya: Rule of Thirds Merupakan sebuah teknik komposisi yang cukup mudah dipelajari. Ringkasnya objek yang dibidik akan terlihat lebih menarik bila posisi obyek sengaja tidak tepat di tengah. Sebagian besar jenis kamera, termasuk kamera ponsel sudah memiliki pengaturan grid. Pengaturan yang dimaksud biasanya terdiri dari 2 garis vertikal dan 2 garis horizontal. Karenanya foto yang ditangkap seolah akan terlihat seperti terbagi menjadi 9 bagian. Seperlu mendapatkan foto yang menarik Anda bisa mengaktifkan pengaturan ini dan memposisikan obyek berada di 2/3 bagian foto berdasar garis panduan yang ada. Ubah Sudut Pandang atau Ketinggian Kamera Pada umumnya orang mengambil gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan mata. Sebenarnya cara tersebut termasuk cara yang monoton dan cenderung membosankan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menggeser posisi kamera ke atas atau ke bawah seperlu mendapat hasil jepretan yang lebih menarik. Kekurangannya, Anda akan cukup kesulitan melihat apa yang dibidik melalui viewfinder. Namun, berbekal pengalaman bisa jadi Anda akan menemukan cara unik atau sederhana lainnya untuk memotret. Misalnya saja Anda bisa menggunakan kamera yang memiliki LCD fleksibel yang dapat diputar. Pilih Kualitas dan Resolusi Maksimal Untuk mengabadikan hasil jepretan jangan ragu menggunakan kualitas dan resolusi maksimal. Bila khawatir kehabisan memory card, tentu Anda bisa membawa memory card cadangan. Pasalnya memory card sekarang ini bukan barang mewah i. Jadi sekiranya tidak perlu berhemat dengan memilih ukuran foto yang kecil. Salah-salah Anda malah akan kurang puas dengan hasilnya. Dengan memilih kualitas dan resolusi maksimal, maka Anda bebas mencetak, mengedit, atau berbagi foto tanpa perlu memangkas keindahannya. Bila kamera yang dimiliki mendukung format RAW memang disarankan menggunakan format tersebut. Tiga Point Penting Dalam Exposure Bagi fotografer pemula, 3 bagian ini bisa dibilang termasuk bagian yang tersulit. Berikut penjelasan lebih detilnya:

1. ISO 

ISO merupakan tingkat sensitifitas sensor kamera pada cahaya. Semakin tinggi ISO berarti memungkinkan Anda untuk memotret di bawah cahaya yang redup. Hanya saja seringkali akan disertai lebih banyak noise. Sebaliknya, bila ISO rendah biasanya tidak memungkinkan untuk memotret di dalam ruangan.

2. Aperture 

Aperture menggambarkan ukuran fisik bukaan lensa dan sekaligus berkaitan dengan penentuan focal length (f atau f/). Angka f kecil berarti memiliki bukaan lensa yang besar dengan latar akan terlihat out of focus alias kabur. Sebaliknya bila angka tinggi berarti memiliki bukaan lensa yang kecil sehingga cahaya yang masuk cukup sedikit. Untuk hasilnya biasanya dapat menunjukkan ketajaman di daerah latar.

3. Shutter Speed 

Shutter speed merupakan jeda waktu shutter akan tetap terbuka seperlu memberi jalan masukkan cahaya menuju sensor. Bila terbuka dalam waku lama, maka foto yang dihasilkan biasanya menunjukkan gerakan. Sebaliknya bila waktu terbuka cukup singkat hanya bisa menangkap saru gerakan diam. Itulah beberapa tips fotografi bagi pemula. Sebagai tips tambahan seorang fotografer memang wajib mengetahui teknik fotografi yang benar. Selain itu, seorang fotografer sebaiknya juga mengenal setiap mode atau fitur yang tersedia pada kamera yang dimiliki. Dengan demikian, kamera bisa digunakan secara optimal guna menghasilkan karya yang menawan.